Ratusan Warga Desa Rawa Burung Kab. Tangerang “Menyerbu” Kantor AP II. Ini Sebabnya…

Kabupaten Tangerang, asgolnews.com  Kurang lebih 150 warga Rw 01 Desa Rawa Burung dengan pimpinan Mandor Bameng melakukan unjuk rasa ke kantor AP II terkait penolakan Harga ganti rugi atas tanah warga yg  terkena pembebasan Ran Way BSH yang terlalu murah. Senin, 06/03/2017.

unjuk rasa itu berlansung di kantor posko AP II alamat jln. Raya Kp. Melayu Ruko Angkasa line Ds. Teluknaga Kec. Teluknaga Kab. Tangerang sekitar pukul 10.00 Wib.

Adapun Penyebab yang terjadi sampai warga marah dan melakukan Unjuk rasa ini karena pada tanggal 2 Maret 2017 lalu kurang lebih 150 orang warga desa Rawa Burung memenuhi panggilan dari pihak AP II untuk mendengarkan perihal ganti rugi tanah dan bangunan  yang terkena pembebasan Ran Way 3 BSH, pada kesempatan itu di sampaikan harga pembebasan tanah berkisar antara 1 juta s.d 1,7 juta tetapi warga keberatan dengan harga yang telah di keluarkan oleh AP II.

Warga yang merasa tidak adil atas harga tanah tersebut menyebabkan warga marah karena harga yang dipatok oleh pihak AP II terlalu murah, Warga mentuntut harga yang wajar karna harga tanah di sekitar bandara sudah sangat tinggi

Tepat Pukul 11.30 wib diadakan dialog di kantor seketariat AP II , yang diikuti oleh Perwakilan warga sekitar 10 orang. Dalam dialog itu yang menduduki kursi dialog Dianataranya Bpk . H. Bambang  Perwakilan dari AP II. Dan Bpk. Muklis  dari KJPP ( ketua team apresiasi),Bpk. Boyo ( Seketaris Desa).

Dalm musyawarah itu Warga menanyakan apa dasarnya pihak KJPP menilai harga tanah di desa Rawa Burung karena nilai harga yang diumumkan sangat murah. Sampai menjelang siang Sepertinya musyawarah itu tidak menemukan titik temu Antara warga dan pihak AP II, tepat pada pukul 12. 00 WIB warga memboikot/walk out sebelum selesai musyawarah,

Penjelasan dari pihak AP II  maupun dari team Aprisiasi tidak memihak warga. Dengan kecewa Warga meninggalkan lokasi musyawarah dengan perasaan tidak puas.(Arif)

 

 

No Responses

Tinggalkan Balasan