Proyek Balai 16 Miliyar Lebih Di Babatan Ulu Meresahkan Warga

Asgolnews.com, Manna-Bencana Meluapanya Air Sungai Ahik Manna, sehingga hampir menghanyutkan beberapa rumah warga yang terjadi pada hari, Rabu 22/08. Tepatnya Di Desa Maras, Kecamtan Air Nipis.Hal itu terjadi bukan dari faktor bencana alam saja namun faktor teebesarnya diduga disebabkan adanya kegiatan pembangunan penutupan Bendungan Babatan oleh Pihak Balai Propinsi Di babatan Ilir.

Proyek BALAI SUMATRA VII Propinsi Bengkulu, Bersumber dari APBN Murni 2018, Di Bengkulu Selatan, di Babatan Ulu, Desa Tanjung agung, Kecamatan Seginim, Total Pekerjaan 16 Milyar Lebih yang Sebagai Pelaksana PT.KANDIS RAYA PERKASA, jenis pekerjaan Pembangunan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kanna, sangat merugikan warga.

Proyek tersebut di nilai warga tidak memperhitungkan dampak dari lingkungan disekelilingnya sebab matrial yang digunakan proyek tersebut dengan mengeruk matrial yang ada di sungai sehingga menyebabkan erosi di ulu sungai.

Salah satu Warga Maras kecamatan air nipis yakni Pak Rihan , terang terangan mengatakan bahwa kejadian seperti ini jarang terjadi samapai hampir membuat rumah warga hanyut terbawa arus sungai, hal ini menurut kami disebabkan oleh pembangunan bendungan babatan sebab proyek tersebut mengambil batu krokos dengan dua alat berat sehingga batu krokos di tempat kami berhanyutan kesana untuk mengisi lubang kerukkan proyek ini” keluhnya.

Diketahui proyek tersebut sampai saat ini belum juga rampung dan dinilai pekerjaanya terkesan lambat dan matrial yang digunakan untuk bahu jalan menggunakan kerokos yabg kebanyakan mengandung pasir. (GUN)

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!