Propinsi Bengkulu Melakukan Renovasi Masjid Raya Baitul Izzah Dan Balai Buntar

Bengkulu, asgolnews.com-Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan perbaikan Masjid Raya Baitul Izzah dan Balai Buntar dengan Standar kebutuhan masyarakat tentunya menjadi alasan dalam merenovasi kedua gedung tersebut.

Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu di bangun tahun 1976 pada masa pemerintahan Gubernur Provinsi Bengkulu Drs. A. Chalik, diatas lahan seluas 1225 M. Pembangunan Masjid baru selesai pada tahun 1979 dan diresmikan oleh wakil presiden H. Adam Malik.Pada tahun 1995 dilakukan pemugaran oleh Gubernur Provinsi Bengkulu Drs. Aziz Ahmad dengan memeperluas areal masjid menjadi 1600 m2, sekaligus merubah nama dari Masjid Raya Bengkulu menjadi Masjid Baitul Izzah.

Arsitektur masjid mempunyai tiang bulat dan persegi empat serta pagar setinggi 1 M dari kaca dengan corak perpaduan timur tengah dan Indonesia.

Pemerintah Provinsi Bengkulu, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun ini kembali merenovasi Masjid Raya Baitul Izzah. Masjid terbesar kedua di Bengkulu setelah Masjid Agung At-Taqwa di Kelurahan Anggut Atas ini menelan biaya sebesar Rp. 9,75 Milliar bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu.

Masjid yang dibangun tahun 1976 dan sempat dipugar pada tahun 1995 lalu tersebut, layak untuk mendapat sentuhan perbaikan, di karenakan pasca gempa tahun 2000 lalu masjid tersebut sempat mengalami kerusakan dan kemudian diperbaiki, tapi waktunya sudah cukup lama.Oleh karena itu dengan perbaikan ini, semua umat Islam patut berbangga,karena akan diperbaiki menjadi lebih baik lagi”, kata Mauhliza selaku Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Bengkulu.

Lanjut Muhliza sementara renovasi pembangunan Gedung Balai Buntar sendiri menelan biaya Rp 9 Miliar yang juga bersumber dari APBD. Menurut Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPEDDA) Provinsi Bengkulu Dra. Noni Yuliesti, MM, usulan renovasi pembangunan masjid Raya Baitul Izzah dan Balai Buntar memang sudah di rencanakan oleh Pemerinta Provinsi Bengkulu sejak 2017 yang lalu.

Renovasi sendiri merupakan perbaikan aset milik pemerintah daerah dan untuk penganggaran sendiri memang sudah di lakukan sejak tahun 2017″, jelas Yuliesti.
Hingga kini proses renovasi mesjid Raya Baitul Izzah sudah rampung, sementara renovasi Balai Buntar sendiri masih dalam proses pengerjaan. (RZ adv)

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!