Program BSPS Terkosentrasi Di Sukaraja, Sekda Bantah Muatan Politis

SELUMA, asgolnews.com – Tahun ini Kabupaten Seluma kembali mendapat bantuan program bedah rumah atau program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Jumlahnya mencapai 230 unit, namun sayangnya hanya terfokus di kecamatan Sukaraja.

” Ada 230 unit rumah, yang berada di desa Sido Sari dan desa Sumber Arum kecamatan Sukaraja” kata Sekda Seluma Irihadi S.Sos.M.SI usai membuka koordinasi dan sosialisasi Kegiatan bantuan stimulan perumayan swadaya (BSPS) di aula Bapeda Seluma, Kamis (3/5/2018).

Sekda membantah adanya penyebaran program bedah rumah yang hanya terfokus di satu kecamatan adanya kaitannya dengan kebijakan politis.

” Nantikan bertahap, tahun ini kecamatan Sukaraja, kemudiam kecamatam lainnya dengan target merata” kata Irihadi.
Tahun lalu, Program bedah rumah juga telah dilaksanakan di dua kecamatan yakni kecamatan Ilir Talo dan kecamatam Sukaraja.

” Nanti secara tehnis itu pihak terkait yang tahu tentang hal itu” sampai Sekda.
Menurut Sekda program BSPS merupakan sebagai upaya untuk mengurangi RTLH dan pemenuhan Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah, Kementerian PUPR dengan merilis program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

” Dengan adanya program BSPS juga merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masalah perumahan khususnya rumah masyarakat miskin dan kurang mampu. Apalagi, sebagian besar  masyarakat miskin kebanyakan tinggal di rumah yang kurang layak huni,” sampainya.

Sementara itu, koordinator program BSPS Seluma, Nazirwan S.Sos mengungkapkan ada beberapa syarat dan kriteria penerima program BSPS.
” Untuk bisa mendapatkan BSPS, MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) yang tinggal di dalam RLTH (Rumah Tak Layak Huni) tak bisa semata-mata mengajukan sendiri, melainkan harus diawali usulan bupati . Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2016 untuk memilih calon penerima bantuan (CPB).

Terkait kenapa terfokus di satu wilayah, itu kewenangan dan kebijakan pemerintah daerah,” katanya.

Warga miskin yang  mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) nantinya akan dikerjakan secara swadaya.
” Setiap penerima akan memperoleh dana sebesar Rp 15 juta, rinciannya Rp 12,5 juta dikirim ke rekening penerima untuk pembelian material,sisanya upah tukang.

Adapun kriteria CPB (calon penerima bantuan) yang dimaksud, antara lain warga negara Indonesia (WNI), masuk kategori MBR dengan penghasilan di bawah UMP (Upah minimal Provinsi), dan memiliki atau menguasai tanah. Selain itu, belum memiliki rumah atau memiliki dan menghuni RTLH, dan belum pernah menerima bantuan perumahan dari pemerintah. (Aw)

No Responses

Tinggalkan Balasan