ODP Covid-19 di Bengkulu Selatan Bertambah

Bengkulu Selatan | asgolnews.com – Tadi malam, 1 warga di Bengkulu Selatan kembali masuk dalam daftar status Orang Dalam Pantauan (ODP) pasien Covid – 19.

Diketaui sebelumnya sudah 3 warga yang masuk dalam ODP yang memiliki riwayat perjalanan keluar Provinsi Bengkulu ketika virus corona ( Covid-19) mulai menyebar, yaitu NK (30) Warga Kecamatan Manna, dengan riwayat perjalanan Batam, AN (25) warga Kecamatan Pasar Manna dengan riwayat perjalanan dari Yogyakarta, dan SN (40) warga Kota Manna dengan riwayat perjalanan dari Jakarta.

Tadi malam RN (59) 1 orang warga Kecamatan Kota Manna kembali masuk daftar Orang Dalam Pantauan (ODP) virus corona (Covid-19), dengan riwayat perjalanan dari Bogor.

1 orang warga yang baru masuk dalam ODP tersebut sudah menjalani pemeriksaan lanjutan di ruang isolasi, dan telah diberikan pengobatan serta pemantauan. Maka sekarang ODP Covid -19 di Bengkulu Selatan bertambah menjadi 4 orang.

Sementara itu, Direktur RSUHD, Dr. Emrusadi membenarkan 1 orang warga yang masuk ODP tersebut, sekarang sudah di lakukan pemeriksaan di ruang isolasi dan sudah di berikan pengobatan serta dilakukan pemantauan.

“Benar, tadi malam bertamabah 1 lagi warga yang masuk daftar Orang Dalam Pantauan (ODP), sudah di lakukan pemeriksaan di ruang isolasi dan sudah diberikan pengobatan,” ujar Dr. Emrusadi, Senin ( 23/03/2020)

Ia menjelaskan, pasien yang masuk daftar ODP tersebut mengeluhkan sakit tenggorokan, sesak pada pernafasan, batuk, dan mengalami demam tinggi. Maka untuk mengetahui positif atau negatif penyakit yang di alami pasien berstatus ODP tersebut, pihak RSUHD Bengkulu Selatan akan mengirimkan sampel ke laboratorium balai besar laboratorium Jakarta.

“Sampelnya sudah kita kirim ke Lab. Balai Besar Laboratorium Jakarta, tinggal menggunggu hasil. Mungkin sekitar 1 mingguan kedepan bisa di ketahui hasilnya,” lanjutnya.

Akan tetapi, kalau kondisi pasien OPD sudah mulai membaik, maka bisa melakukan isolasi di rumah, dengan catatan pihak kesehatan terus melakukan pantauan terhadap pasien. (Rio)

No Responses

Tinggalkan Balasan