Melirik Tebat Besak, Wisata Pemancingan Yang Dimiliki Oleh 313 Panitia

Bengkulu Selatan, asgolnews.com–  Tebat Besak yang merupakan salah satu tempat pemancingan yang banyak digandrungi oleh para pemancing di kawasan Bengkulu Selatan.

Area pemancingan yang berlokasi di Desa Bandar Agung Kec. Ulu Manna Bengkulu Selatan tersebut sudah sejak dulu menjadi tempat pavorit sekaligus menjadi primadona bagi para mancing mania untuk menyalurkan hobinya.

Menurut salah seorang warga setempat yang sedang memancing di Tebat Besak Buni (40) menuturkan,  memang tebat besak ini sudah dari dulu menjadi tempat yang banyak di datangi orang untuk memancing, bahkan banyak juga warga dari daerah jauh seperti talo, kaur dan yang lainnya.untuk memancing disini.

“Bukan hanya warga Bengkulu Selatan yang sering menyalurkan hobi memancing, tetapi tidak sedikit warga dari luar Bengkulu Selatan berdatangan untuk memancing, “terang Buni.

Selain itu Buni juga menyampaikan bahwa kebanyakan pemancing yang datang adalah untuk memburu  ikan nila Tebat Besak yang terkenal lezat dibandingkan dengan ikan dari tempat lain.

”Biasanya para pemancing yang datang kesini adalah untuk memburuh ikan nila, karena ikan nila disini terkenal terasa lebih gemuak (lezat) dibanding ikan di tempat lain.” Pungkas Buni.

Menelisik ke sejarahnya, menurut Lisman (42) salah satu perangkat Desa Bandar Agung saat ditemui wartawan asgolnews.com di Kantor Desa Bandar Agung menjelaskan bahwa  Tebat Besak itu dimiliki dan dikelolah oleh panitia yang terdiri dari 313 orang yang berasal dari daerah yang berbeda-beda.

“Pemilik tebat Besak adalah warga Bengkulu Selatan yang berasal dari Seginim, Gunung Mesir, dan Bandar Agung dan berbagai daerah lainnya yang terdapat Bengkulu Selatan,”terang Lisman.

Dijelaskan Lisman, pada tahun 2014 yang lalu di wilayah Tebat Besak di bangun jembatan dan pagar pembatas serta pembangunan jalan yang dibangun oleh Pemerintah, pada tanjakan akses menuju Tebat Besak yang sudah dibeton sehingga mempermudah akses menuju lokasi Tebat Besak.

Salah seorang panitia Tebat Besak, Sauti (51) ketika dijumpai wartawan Asgolnews.com di kediamannya, mengatakan, bahwa dululunya tebat besak itu adalah peninggalan atau warisan dari nenek monyangnya yang menurut sejarahnya dulunya tebat besak itu sempat mengalami abrasi yang besar, sehingga membuat tebat besak hampir hilang dan kering. Berawal dari situlah, nenek moyang kami berinisiatif mengajak beberapa orang yang mau untuk membangun kembali tebat besak yang telah rusak tersebut, awalnya hanya ada 7 (tujuh) orang yang mau untuk bergabung ketujuh orang tersebut disebut Anggota Teras, karena masih kurangnya anggota, akhirnya ketujuh anggota teras tersebut kembali mengajak orang-orang untuk meminta bantuan dana untuk membangun kembali Tebat Besak tersebut, dan akhirnya terkumpullah orang sebanyak 313 orang yang mau menyumbang dana.

“Karena dana sudah terkumpul, akhirnya upahkanlah seorang warga Cina bernama Intung untuk mengerjakan perbaikan tebat besak tersebut, saat itu upah pengerjaannya adalah Rp. 800 (delapan ratus Rupiah).

Setelah selesai dibangun kembali, lalu kemudian diputuskanlah oleh kepanitian tadi bahwa kepemilikan Tebat Besak dimiliki Oleh 313 Orang panitia, yang nantinya akan terus beregenerasi dan tidak boleh ditambah ataupun dikurangi jumlah anggotanya.

Sampai saat ini, kepemilikan tebat besak sudah memasuki generasi ke 9. Dan sesekali sempat diadakan rapat untuk membahas tentang pembubusan tebat,

“Terakhir Tebat Besak di Bubus pada tahun 2015 kemarin. Dalam pembubusan itu pun dari ke 313 panitia itu dibagi lagi manjadi 13 kelompok yang setiap kelompoknya mendapatkan satu areah yang ditandai dengan pancang pembatas, namun sebagian dari tebat diperuntukkan untuk umum atau warga yang ingin mengambil ikannya.” Tutur Sauti.

Ditambahkan Sauti, berharap kedepan ada perhatian dari pemerintah untuk membangun Tebat Besak menjadi lebih dan dijadikan salah satu obyek wisata di Bengkulu Selatan.(Cw1-Al)

No Responses

Tinggalkan Balasan