Melati Mardalena Penderita Ebstein Anomaly Butuh Uluran Tangan Dermawan


SELUMA,asgolnews.com – Melati Mardalena (14) remaja putri buah hati pasangan almarhum Sabrani dan Junah (44) warga esa Batu Tugu kecamatan Talo sudah sejak kecil menderita kebocoran jantung atau bahasa medisnya di sebut Ebstein Anomaly svt.

Derita yang dialami memaksa dirinya serta orang tuanya yang sudah janda dan hanya buruh tani itu harus keluar masuk, puskesmas dan RSUD.

Meski mengantongi Karti BPJS, namun Junah dan anaknya harus mengeluarkam biaya untuk menebus biaya pengobatan terutama resep dari dokter.

Junah menceritakan, penyakit bocor jantung tersebut diderita saat Melati Mardalena masih berusia 2 tahun.
” Gejalanya saat masih berusia 2 tahun. Sampai saat ini,madih sering kambuh. Ditandai dengan gejala jantung berdebar-debar, kuku dan bibir merah serta perut sakit” kata Junah.

Tidak ada perubahan dalam pengobatan dengan bidan, puskesmas, bahkan dokter RSUD M Yunus merekomendasikan agar membawa anaknya untuk menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Beratnya beban dan ganjalan ekonomi membuat penderita kelainan jantung ini butuh uluran tangan para dermawan.
” Anak saya seharusnya saat ini duduk dibangku kelads 2 SMP satu atap di desa Air Teras kecamatan Talo. Namun karena penyakit yang dideritanya, setelah lulus SD sempat berhenti setahun, dan melanjutkan sekolah selama namun saat ini kembali berhenti karena penyakitnya sering kambuh sehingga tubuhnya lemah” cerita Junah.

Sementara itu, Kades Batu Tugu kecamatan Talo, Sukirman mengaku, Junah tercatat menjadi warga desanya kurang lebih 2 tahun terakhir.
” Selama ini tinggal di Desa Talang Sali, Kecamatan Seluma Timur, istri mantan Kades. Sepeninggal suami, anaknya dan dirinya menetap di desa Batu Tugu” kata kades.

Penyakit yang diderita anak ke empat dari lima bersaudara ini, baru mencuat saat adanya reses anggota DPRD Dapil 2 Seluma, Haksi beberapa waktu lalu.

” Dari hasil reses, anggota dewan berjanji memfasilitasi untuk membantu dan mencari donatur serta proposal ke Pemerintah daerah. Sehingga proposal sudah kami layangkan ke BPKAD, Sosial dan pemkab Seluma. Alhamdulillah baru diakomodir dari BPKAD dan mendapat bantuan Rp 2,5 juta” sampainya.

Dari kalkulasi rencana biaya yang dibutuhkan,setidaknya biaya yang dibutuhkan untuk biaya dan transportasi penderita ebstein anomaly mencapai Rp 20 juta.” Kami sebagai perangkat desa dan warga sekitar sudah berupaya membantu,” sampainya.

Dibagian lain,anggota komisi II DPRD Seluma Haksi S.Sos mengatakan, adanya penderita gangguan jantung tergali setelah dirinya melakukan reses sebulan lalu.

” Saya prihatin atas derita dan ekonominya,sehingga atas inisiatif dan saran saya, agar pemerintah desa memperjuangkan untuk bersama-sama mencari jalan keluar” kata Haksi yang juga ketua DPD PAN Seluma.

Ebstein anomaly adalah cacat jantung langka yang sudah diderita sejak lahir (kongenital). Dalam anomali Ebstein, katup trikuspid ( katup antara ruang di sisi kanan jantung) tidak berfungsi dengan benar. Darah bocor kembali melalui katup, membuat jantung bekerja kurang efisien.(Aw)

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!