LPJKN Bengkulu: SBU PT Wahana Indo Perkasa “Mati”

Bengkulu-asgolnews.com- Adanya laporan DPC Gapeksindo Kabupaten Bengkulu Selatan ke Polres Bengkulu Selatan Terkait Perizinan Badan Usaha yang diduga “mati” sebagai pemenang lelang seperti PT Wahana Indo Perkasa yang ditunjuk sebagai pemenang lelang pada pekerjaan Pembangunan pemukiman transmigrasi UPT batu ampar kacamatan kedurang, akhirnya Wakil Ketua LPJKN Propinsi Bengkulu Ir Frentindo angkat bicara, Kamis (22/3).

Dikatakannya, Untuk perizinan jasa konstruksi berpedoman pada Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Nomor : 10 Tahun 2013 Tentang Registrasi Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi (Perlem LPJKN 10/2013). Diantaranya pasal 41 dan 42 yang menjelaskan alur sertifikasi dan registrasi Badan Usaha.

“Jadi apabila mengacu ke Perlem LPJKN surat keterangan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan status masa berlaku ijin usaha, yang menjadi sumber data keabsahan registrasi usaha adalah SIKI-LPJK Nasional (www.lpjk.net),” ujar Fretindo.

Lebih lanjut dikatakannya Pada website www.lpjk.net dapat dilihat informasi dari status registrasi badan usaha terdiri dari 6 status tahapan yaitu :Status 0.Permohonan Registrasi, 1.Proses Penilaian di Unit Sertifikasi, 2.Selesai Penilain di Unit Sertifikasi, 3.Proses Periode Registrasi, 4.Cetak Sertifikat, 5.Proses Pembayaran dan status 6.Selesai.

“jadi Jika kita lihat dari sisi tahapan ini maka keabsahan yang paling ideal adalah apabila status registrasi ada pada status 6. Selesai,” Punkasnya.(hb)

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!