Laporkan Dugaan Pungli Prona Ke Kejati Bengkulu, Puluhan Massa FPR Demo Kejari.

Bengkulu Selatan, asgolnews.com- Puluhan Massa dari kecamatan Bunga Mas yang bergabung bersama Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Front Pembela Rakyat (FBR) Melakukan Aksi Demo terkait dugaan Pungli yang dilakukan oleh para kepala Desa dalam penerbitan sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) tahun 2016. Senin (10/4).

Koordinator Aksi Herwan Mengatakan Masyarakat ingin menyampaikan aspirasi ini kepada Kejari Bengkulu Selatan karena Pernyataan yang disampaikan oleh kepala kejaksaan negeri Bengkulu selatan kepada Ormas FBR melalui surat nomor B-17/N.7.13/DPS/04/2017 tertanggal 03 April 2017 yang menyatakan Pihak Kejaksaan tidak mempunyai kewewenangan untuk melakukan hering ataupun memberikan tanggapan dengan pihak terlapor maupun dengan Masyarakat yang menjadi korban Pungli.

“Masyarakat meminta Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan segera untuk menuntaskan dan menetapkan tersangka dalam dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh para kepala Desa dalam penerbitan sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) tahun 2016.” Ujar Herwan

Setelah berorasi di depan gerbang kantor Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan akhirnya 7 orang perwakilan dari Massa FPR diminta untuk masuk dan berdialog langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan Rohayatie, SH, MH.

Dilaog yang berlangsung lebih kurang selama 30 menit ini, merupakan salah satu langkah kongkrit yang dilakukan pihak Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan dalam hal menyikapi aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh Massa FPR yang diperkirakan berjumlah 30 orang tersebut.

Dalam keterangan Persnya, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan Rohayatie, SH, MH didampingi Kasi Intel Gusmiliyansa, SH, dan Kasi Pidsus Husnul Fadli, SH menyatakan bahwa Pihak Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan dalam Penyelidikan laporan FPR tentang dugaan adanya pungli pada penerbitan sertifikat Prona tahun 2016. Hanya sebatas Membantu Pihak Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

“Pihak Kejari Bengkulu Selatan hanya sifatnya diperbantukan dalam penyelidikan kasus dugaan pungli prona tahun 2016,” ujar Kajari Bengkulu Selatan Melalui Kasi Intel Kejari Bengkulu Selatan Gusmiliyansya, SH.(cw2)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan