Kaum Perempuan Diprioritaskan Dunia Setara Dengan Kaum Laki-Laki

SELUMA ,asgolnews.com– Kiprah dan partisipasi permpuan di kancah politik secara nasional masih tembus sekitar 17 persen.Diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, saat menghadiri kampanye He For She di Bendung Seluma, Kamis (22/3/2018).

Dirinya Menuturkan ” Dari catatan, di politik keterlibatan dan keterwakilan perempuan masih 17 persen nasional. Dari 516 kabupaten dan  kota se-Indonesia,  baru 86 kepala daerah atau wakil yang berasal dari kaum perempuan. Ini hukan perempuan ingin melebihi laki-laki , namun perempuan saat ini sudah diprioritaskan dunia setara dengan kaum laki-laki,” kata Yohana .

Lanjut dirinya”dengan telah dituangkannya UU nomor 16 tahun 2017 dan UU no 23 tahun 2014 kampanye He Got She memiliki peran strategis untuk menekan angka kekerasan pada anak dan menempatkan perempuan setara dengan laki-laki.

Dan sudah menjadi tugas kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melaksnakan koordinasi dan singkronisasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten yang wajib melaksanakan program tersebut.

Hal itu sangat perlu untuk mengoptimalkan peran perempuan di berbagai bidang untuk mendorong percepatan pembangunan bangsa. Untuk mewujudkannya, salah satu tantangan besarnya adalah mengubah cara pandang masyarakat tentang kedudukan perempuan.

” Ini masih manjadi pekerjaan rumah semua pihak.  Bagaimana mengubah pemikiran bahwa laki-laki memiliki posisi yang lebih kuat dan strategis dibandingkan perempuan tidak mudah. Saat ini, keterlibatan perempuan dalam politik dan pemerintahan juga masih rendah,karena perempuan masih dipandang sebelah mata. Dan saya sebagai menteri yang menaungi ini wajib membela kaum perempian dan anak” sampainya.

Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu, Drs. H. Rohidin Mersyah, M.MA mengakui keterlibatan dan peran perempuan si kancah politik ataupun pengambil kebijakan, masih rendah.

” Disejumlah OPD dan birokrasi,sudah saya tempatkan beberapa perempuan diantaranya pada jabatan pengambil keputusan dan beberapa jabatan strategis lainnya. Tentunya bagi kalangam perempuan yang memiliki kemampuan memimpin manajerial,disiplin,pendidikan dan kemampuan  yang mumpuni dan memenuhi syarat lainnya.Selain itu, yang masih menjadi permasalahan saat ini, keterbatasan SDM kalangan perempuan, angka kematian ibu hamil, kekerasan perempuan dan anak di provinsi Bengkulu juga tergolonh tinggi ” ujar Rohidin.

Menurut Plt gubernur, melalui kampanye He For Dhe, selain amanat Undang Undang, juga kewajiban dan peran laki- laki untuk mendukung perempuan.

”  Ini sesungguhnya kebutuhan kita semua. Tapi ada peran tertentu yang tidak dapat ditukarkan maka kita saling tukar peran. Mari kita ajak, imbau agar laki- laki untuk  mendorong, hilangkan segala bentuk kekerasan, eksploitasi pada perempuan dan anak” kata Plt gubernur. (Aw)

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!