Kades Suban Bantah Pengembalian Mobnas Akibat Obrolan Panas Group WA

SELUMA, asgolnews.com– Sikap dan keputusan Neri Nurhayati kades Suban kecamatan Semidang Alas pada Selasa (30/1) siang mengembalikan mobnas bantuan Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal (KPDT) ke Dinas PUPR  Seluma menimbulkan perhatian sejumlah pihak. Pasalnya, dari seluruh kades yang mendapatkan bantuan mobnas, hanya kades Suban yang mengembalikannya.

Sementara kades lain antrean berharap mendapatkannya bahkan bergeming kabar tidak sedikit oknum kades yang berani merogoh kocek ingin mendapatkannya.

Terkait pengembalian mobnas jenis Toyota Hilux single cabin, kades Suban membantah jika sikap dan keputusannya tersebut lantaran emosi pasca terlibat obrolan via group Whats App (WA) dengan nama Serasan Seijoan dan banyaknya sejumlah oknum yang memojokkannya.

Dalam obrolan itu, kades Suban memulai obrolan keluhan ketidakadilan pembagian beras rastra di desanya, berlanjut dengan keluhan mobnas di desanya yang dinilai tidak tepat dengan kondisi geografi desanya.

Ia menilai, mobil single cabin yang diterima tahun 2013, tidak layak, lantaran desa Suban sulit diakses. Sehingga sepantasnya mendapatkan mobil double gardan.

Dari keluhan itulah muncullah pendapat dan balasan kades dan anggota group yang lain, yang menyatakan jika hal itu adalah kesalahan dirinya, lantaran mau menerima bantuan mobnas single cabin dan sebagian lain menyarankan agar mobnas tersebut jika tidak cocok agar dikembalikan.

Dan rupanya, bukan hanya gertak sambal, mobnas tersebut saat ini sudah resmi dikembalikan.

” Bukan karena obrolan di WA. Penilaian dan tanggapan mereka saya anggap biasa saja. Saya memang mau mengembalikannya,karena menurut saya mobil tersebut tidak cocok untuk desa Suban,seharusnya desa Suban mendapatkan mobil double gardan” kata Neri Nurhayati, via selulernya Rabu (31/1)

Lantas saat disinggung mengapa mobil tersebut sempat diambil dan baru dikembalikan saat ini, kades menyampaikan saat itu,jalan menuju Suban masih bagus dan dapat dilewati. Namun seiring waktu,saat ini kondisinya rusak parah.

” Mobil awalnya saya antar ke dinas Perumahan dan pemukiman namun mereka menolak lantaran mobil tersebut dibagikan Kementrian Pedesaan teringgal tahun 2013 melalui dinas PU. Sehingga sire harinya mobil saya antar dan saya tinggalkan di dinas PUPR. Namun, secara resmi mobil saya serah terimakan pada rabu (31/1) di dinas PUPR Seluma” katanya.

Menurut Neri Nurhayati, dirinya sempat memprotes ke dinas Perumahan dan pemukiman selaku dinas yang berkonpetens terkait distribusi mobnas bantuan KPDT yanf tidak sesuai keperuntukannya di sejumlah desa lain.

” Sebagai contoh desa Maras Jauh dan Petai Kayu, mereka mendapatkan mobil doble cabin semantara lokasinya mudah dijangkau. Belum lagi banyak mobnas kades yang disalah gunakan oknum kades,seperti untuk angkut material dan sawit. Saya terus terang, jika hal ini terus dibiarkan tidak ditertibkan,saya bisa laporkan hingga kemntrian. Termasuk mekanisme pendistribusiannya” ancam kades.

Dibagian lain, Plt kepala dinas Perumahan dan pemukiman Seluma yang juga menaungi bidang perhubungan mengakui,jika kades Suban telah mengembalikan mobil dinas

” Awalnya kades mengembalikannya ke dinas perkim. Namun karena pengadaan tahun 2013 dan saat itu leading sektornya dinas PUPR maka kami sarankan untuk mengembalikannya ke dinas tetsebut” ujar Plt kadisperkim, Ramlan Efendi S.Sos.

Diakuia Ramlan, saat dikembalikan kondisi mobil masih bisa berjalan namun sudah banyak rusak.
” Kondisinya sudah buruk dan akinya tidak ada” katanya.

Dikatakan Ramlan, meskipun mengembalikan kades Suban juga masih berharap agar desanya kembali diprioritaskan bantuan mobnas di tahun ini.

” Tahun ini rencananya ada sekitar 14 unit bantuan,dengan 4 diantaranya dobklle cabin dan sisanya jenis pick up. Kalaupun ada,mobil diprioritaskan di desa lain yang selama ini memang belum mendapatkannya” terang Ramlan.( Aw)

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!