Habi Burahman: Stop Jatah Proyek Dewan

Bengkulu selatan, asgolnews.com- Kue proyek pemerintah rupanya masih menjadi komoditi ranum yang menarik banyak pemain. Tak hanya dari kalangan rekanan saja, akan tetapi praktek rebutan proyek pemerintah, khususnya yang bernilai Rp 200 juta ke bawah juga ditengarai banyak menjadi komoditi oleh kalangan anggota dewan.

Habi burahman salah satu aktivis pemantau pembangunan Bengkulu Selatan menyatakan bahwa ia sudah banyak menemukan adanya andil para oknum anggota DPRD Bengkulu Selatan yang turut memperebutkan proyek-proyek dari pemerintah apalagi Sejumlah proyek yang bernilai di bawah Rp 200 juta sehingga tidak memerlukan mekanisme lelang menjadi proyek-proyek yang diincar oleh oknum-oknum anggota dewan tersebut.

“Anggota dewan meminta jatah proyek penunjukan langsung ini sudah menjadi rahasia umum,” ujar abib, kamis (28/6).

Meski menjadi rahasia umum, namun untuk mengendus praktek ini memang tak mudah. Perburuan proyek penunjukan langsung biasanya menggunakan atas nama orang lain.

Para oknum anggota dewan yang melakukan praktek memburu proyek pemerintah ini menurut Abib merupakan bentuk pelanggaran terhadap aturan dan fungsi dewan itu sendiri. Sebagaimana diketahui, DPRD memiliki 3 fungsi pokok yaitu legislasi, penganggaran dan pengawasan.

Digenjotnya pembangunan oleh pemerintah seperti yang sekarang ini harus diikuti dengan kesungguhan pemerintah daerah dalam pelaksanaannya, termasuk diantaranya membumi hanguskan praktek-praktek meminta jatah proyek dari para oknum anggota dewan, Ia khawatir jika tradisi meminta jatah proyek semacam ini terus berlangsung, justru akan menghambat program pembangunan yang tengah dilaksanakan.

“Dinas dalam hal ini harus hati-hati dan teliti dalam pemilihan rekanan yang akan diajak bekerja sama. Demikian dengan masyarakat dan LSM yang juga harus berperan serta untuk melakukan pengawasan, Warga harus kritis jika menemukan adanya praktek penyimpangan oleh anggota dewan yang keluar dari tupoksinya,” tandasnya.(cw2)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!