Gusnan : Mari Lestarikan Adat Budaya Tradisi Bengkulu Selatan

Bengkulu Selatan, Asgolnews.com- Hilangnya adat dan budaya di daerah disebabkan banyaknya budaya luar yang masuk, sehingga masyarakat mengonsumsi budaya luar yang menyimpang dari norma-norma Agama. Ini dikuatirkan nantinya dapat mempengaruhi perkembangan generasi pemuda yang terkadang dinilai budaya luar yang masuk cukup fulgar ‘bertolak belakang’ dengan budaya kita.

Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, MM, mengajak lapisan masyarakat untuk melestarikan adat budaya serawai yang ada di Bengkulu Selatan sebagai warisan nenek moyang, ajakan tersebut disampaikan karena adat budaya yang ada di Bengkulu Selatan hampir terkikis, ini terlihat sudah jarang ditemukan dalam acara pernikahan mau pun acara lainnya kegiatan adat budaya seperti melemang, negak atar, seni dendang mutus tari, gegerit, dan makan luan rumah, yang merupakan adat budaya kita sebagai orang serawai yang ada di Bengkulu selatan.

Lebih lanjut Wabup Gusnan menyampaikan Adat dan Budaya masyarakat menjadi unsur penting dalam pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia yang mempunyai ciri-ciri keanekaragaman, selain itu pelestarian adat istiadat di Indonesia juga diperkuat dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 52 Tahun 2007 Tentang Pedoman pelestarian pengembangan adat istiadat dan nilai budaya masyarakat.

Wakil Bupati Gusnan Mulyadi, MM, berpesan terutama untuk generasi muda, untuk tidak mengesampingkan adat budaya yang sudah ada sejak leluhur kita karena didalam adat budaya telah ditanamkan nilai- nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat seperti etika, moral dan estetika,” sebutnya. “ Jadi orang modern itu bukan berarti harus meninggalkan adat budaya yang telah lama ada dari zaman nenek kita, karena ini salah satu peninggalan yang harus kita jaga dan lestarikan sebagai jati diri kita sebagai orang serawai,

“kita boleh ganti getuk (kentongan) dengan gadget canggih, kita boleh ganti kain belacu dengan jas mahal, kita boleh ganti gerobak sapi dengan mobil mewah, serta kita boleh mengganti singkong rebus dengan keju, tapi ingat kita jangan sampai lupa dan kehilangan jati diri kita sebagai orang serawai yang punya adat budaya mulia.”Tutupnya.(…)

No Responses

Tinggalkan Balasan