Diduga SBU Mati, ULP Kembali Bersekongkol Menangkan PT Wahana Indo Perkasa

Bengkulu Selatan, aagolnews. com- Diduga dokumen lelang tidak sesuai dengan persyaratan yang diminta, Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bengkulu Selatan, masih saja menetapkan PT Wahana Indo Perkasa sebagai pemenang lelang, pada pekerjaan konstruksi Pembangunan Permukiman Transmigrasi UPT Batu Ampar Kecamatan Kedurang Kab. Bengkulu Selatan.

Dari Info lelang yang dibuat pokja ULP dengan Nomor kode 931320, proyek Pembangunan Permukiman Transmigrasi UPT Batu Ampar Kecamatan Kedurang, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, di satuan kerja DITJEN PKP2TRANS – DINSOS NAKERTRANS KABUPATEN BENGKULU SELATAN yang bersumber dari anggaran APBN 2018 dengan nilai HPS sebesar Rp 3.584.796.000.

Lelang pekerjaan yang diumumkan pada 15 februari 2018 sampai 28 Februari 2018 lalu, diikuti oleh 14 perusahaan. Namun hanya satu perusahaan yang memasukkan penawaran yakni, PT Wahana Indo Perkasa dengan nilai penawaran Rp 3.561.453.000.

Ironisnya, dari data dokumen penawaran PT Wahana Indo Perkasa terindikasi adanya dugaan persekongkolan tingkat tinggi yang dilakukan ULP dan pihak rekanan dengan dimenangkanya perusahaan tersebut yang notabene SBUnya, dimana SI003 (Jasa Pelaksana Konstruksi Jalan Raya (kecuali Jalan Layang), Jalan, Rel Kereta Api, dan Landas Pacu Bandara), SI004 (Jasa Pelaksana Konstruksi Jembatan, Jalan Layang, Terowongan dan Subway, BG001 (Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Hunian Tunggal dan Kopel.diduga Sudah tidak berlaku lagi.

Hal itu bukan tak beralasan, Terkait Surat Edaran Menteri Perumahan Rakyat mengharuskan SBU perusahaan yang berhak mengikuti proses pemilihan pengadaan barang dan jasa di bidang jasa konstruksi harus tercantum dalam database sistem informasi jasa konstruksi lembaga pengembangan jasa konstruksi nasional (SIKI LPJKN ) dengan alamat www.lpjk.net sesuai dengan surat edaran menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat nomor 63/SE/M/2015 tetang keabsahan SBU SKA dan Sertifikat keterampilan (SKTK) yang berlaku dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

Menanggapi pemenang lelang ini, perwakilan Salah satu Kontraktor Senior yang masih enggan ditulis namanya ini mengatakan, permainan ULP terlalu kasar cara bermainnya.

Dia menduga adanya persengkokolan antara Pokja ULP dengan pihak perusahaan pemenang lelang, untuk itu ia meminta supaya Bupati Dirwan Mahmud segera turun untuk memeriksa dan mengganti Pokja yang terindikasi melakukan persengkokolan tersebut.
“Masa perusahaan yang SBUnya tidak diregistrasi dimenangkan oleh ULP,” ujarnya.

Sementara, Kabag UPL Bengkulu Selatan Rasidi, saat dikonfirmasi enggan memberikan jawaban.
“Kami hanya menerima laporan dari pokja, silakan tanya langsung keketua Pokja, sebab mereka yang eksekusi, ” pungkas Rasidi Saat dikonfirmasi diruang kerjanya, senin (19/3). (hb)

 

 

 

 

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!