Diduga Pemenang Tender Proyek di BS “Dikondisikan”

 

Bengkulu Selatan, asgolnews.com- Dengan berlakunya Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah atau biasa dikenal dengan nama Tender Cepat. Diduga perubahan ini justru menjadi sarana oknum-oknum tertentu untuk melakukan proses persekongkolan dalam memilih penyedia tertentu yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Seperti halnya proses lelang yang dilakukan oleh lpse bengkulu selatan diduga Memanfaatkan percepatan yang menjadi ruh utama dari Tender cepat, mereka diduga melakukan persekongkolan dengan tahapan, seperti Meminta penyedia yang sudah “dikondisikan” untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang akan dipersyaratkan.

Lalu mereka Membuat paket tender dengan memilih metode tender cepat dan memasukkan persyaratan tersebut pada persyaratan kualifikasi, Karena tender cepat dapat dilakukan minimal 3 hari kerja, maka tentu saja penyedia yang “tidak dikondisikan” tidak akan mampu memenuhi persyaratan tersebut.

Lalu Kemudian panitia lelang akan Melakukan klarifikasi dan pembuktian kualifikasi kepada peserta penawar terendah dan menggugurkannya, karena tidak mampu membawa surat-surat yang diminta. Sehingga Memenangkan penawaran tertinggi yang tentu saja sudah melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

Diduga Praktek- praktek seperti ini dapat kita lihat langsung di web lpse bengkulu selatan seperti pada tender peningkatan jalan poros upt tanjung aur II(lanjutan)yang mana hanya ada dua perusahaan penawar.  Dan yang ditetapkan menjadi pemenang lelang yaitu perusahaan penawar tertinggi.

Tak hanya itu dapat kita lihat juga, setiap paket pekerjaan yang di tender cepatkan jumlah perusahaan yang mendaftar lumayan banyak namun entah karena persyatan yang dianggap terlalu banyak atau ada persyaratan yang lain, sehingga penyedia yang memasukan penawaran hanya satu penawar saja.

Sehingga Karena tidak ada penawar dan takkan mungkin ada sanggahan dan sanggahan banding, maka penawar tersebut "mulus" jalannya untuk dimenangkan.

Padahal Prinsip E-Lelang Cepat/E-Seleksi Cepat/Tender Cepat adalah prinsip persaingan yang menitik beratkan hanya kepada harga penawaran, sehingga apabila masih diperlukan persaingan dan penilaian pada administrasi dan teknis penawaran, maka seharusnya PPK dan/atau Pokja tidak memilih metode ini melainkan menggunakan metode Tender biasa yang tetap memerlukan evaluasi.

Dalam tulisan ini kita mengajak semuanya untuk berbenah agar dikemudian hari tidak timbul gugatan- gugatan secara hukum, semoga kedepannya akan lebih baik.(…)

No Responses

Tinggalkan Balasan