Diduga Desa Muara Tiga Di Bengkulu Selatan “Bemasalah” , Wabub Gusnan Mulyadi Tegaskan Inpektorat Harus Propesianal Jangan “Pilih Kasih“

Bengkulu Selatan, asgolnews.com-Pada   27/03/2017 yang lalu  Sebanyak 50  orang lebih masyarakat Desa Muara Tiga, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan  mengamuk di kantor Inspektorat Kabupaten Bengkulu Selatan untuk  menanggulangi  terkait surat panggilan Irban III Harianto tanggal 16 maret 2017 Nomor : 800/Lk/2017  pada waktu lalu yang sampai saat itu belum ditindak lanjuti oleh inspektorat.

Dalam kedatanganya  masarakat mendesak  agar Inspektorat menjalankan tugasnya dengan benar, sebab sampai saat setelah dilakukan pemeriksaan oleh 5 orang dari inspektorat pada tanggal (13/03/2017) yang lalu ,  pemeriksaan fisik yang dijanjikan pihak inspektorat irban III harianto belum  belum juga ditindak lanjuti oleh inspektorat sampai saat ini.

Adanya Desakan itu hari ini Jumat, 31/03/2017.  Pihak Dinas Inspektorat Irban III turun kelapangan untuk memeriksa pekerjaan fisik yang diduga melanggar aturan atas dasar aduan masarakat  desa Desa Muara Tiga, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dari hasil Pemeriksaan tersebut ditemukanya bahwa tanah yang dibeli oleh Desa tidak sesuai dengan ukuran yang dijelaskan dalam pembelian awal . sebab  total Luas tanahnya  yang dibeli sebenarnya 1006 Meter namun setelah dilakukan Audit dan diukur oleh  Inspektorat,  tanah yang dibeli ternyata  hanya seluas 603,36 meter padahal luas sebenarnya yang sehareusnya 1006 Meter, walaupun tanah yang dibeli desa digabungkan dengan tanah hibah total luasnya hanya 700 san Meter.  jadi bilal disimpulkan tanah yang dibeli desa tersebut termasuk juga tanah hibah dimasukan dalam pembelian oleh Desa itu jadi tanah hibah juga ikut dijual dengan Desa.

Wakil Bupati Bengkulu Selatan  Gusnan Mulyadi dirinya sangat Prihatin dengan Keadaan masarakat Desa yang ada dibengkulu Selatan untuk itu Wabub Menegaskan agar Pihak inspektorat harus bekerja dengan propesianal dan menanggapi dengan bijak setiap aduaan masarakat Setiap desa yang ada di Bengkulu Selatan.

“ untuk secara detail kita tunggu hasil investigasi resmi dari inspektorat secara kasat mata pasti ada permasalahan dari gambar yang penampangnya tidak konsisten “  kata Gusnan.

Lanjut Gusnan “ kita Berharap kepada inspektorat untuk setiap pengaduan khusunya kepala desa seluruh Bengkulu Selatan  harus propesional ,bukan  berdasarkan rasa suka tidak suka atau kedekatan tapi bertindaklah propesional sebagaimana aturan yang mengatur persoalan tersebut “ Demikian  Gusnan.(RED)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan