Diduga Adanya Permainan Oknum Satpol Pp Bengkulu Selatan , 4 Orang Wanita Yang Diduga Psk Dilepaskan Tanpa Diberikan Pembinaan

Bengkulu Selatan ,Asgolnews.com -Untuk menjaga kedamaian dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah Puasa dibulan Suci Ramadhan, Satpol PP Bengkulu Selatan melakukan razia terhadap penyakit masyarakat , Rabu Malam 15/06/2017

 

Razia tersebut dilakukan dari jam pukul 11 Wib-02.00 Wib dini hari, al hasil terjaringlah 4 orang wanita yang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) yakni FP(24) Warga Subang Jawa Barat, FT (20) warga Bengkulu, MD(19) Warga Masat,SA(25) Warga Pasar Bawah,dan 5 orang remaja diduga mabuk  dipinggir jalan.

 
Lokasi yang dilakukan razia yakni ditempat hiburan lesehan dan hotel yang ada dikawasan Bengkulu selatan yang diduga sering dijadikan tempat mesum. Namun yang dijadikan pertanyaan adalah, mengapa penangkapan tersebut dilakukan bila tidak melakukan pembinaan/efek jera terhadap mereka yang diduga PSK, namun faktanya mereka lansung bisa dilepas dengan cukup membuat surat pernyataan dan didampingi wali saja.

 
Dari data yang terhimpun asgolnews.com ditangkapnya 4 wanita yang diduga PSK  tidak diberikan pembinaan atau sanksi berat oleh satpol PP dan pemilik lesehan tempat ditangkapnya salah satu yang diduga PSK   yaitu diduga (Germoh) tidak diberikan sanksi padahal jelas ketentuan Pasal 296 jo. Pasal 506 KUHP , Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencarian, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun. namun hal itu tidak dilakukan oleh Satpol PP sehingga razia tersebut sangat mubazir karena tidak memberikan efek jera terhadap pelaku.

 
Anggota Komisi I DPRD Bengkulu Selatan , Kuswandi,SE menyayangkan jika kerja Satpol PP hanya sekadar menangkap dan dua jam man setelah itu dibebaskan.
“Kalau Satpol PP hanya melakukan razia dan dua jam setelah itu dibebaskan, ini tidak benar,” katanya kepada asgolnews.com saat dikonfirmasi lewat Via Telepon seluler.

 
Dikatakan Kuswandi, Satpol PP harus memaksimalkan fungsi penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan tidak hanya melakukan razia-razia saja. Selama ini, katanya, kinerja Satpol PP dalam penegakan Perda belum maksimal. Karena PSK yang ditangkap tapi kemudian dilepas lagi. Ia malah mencurigai ada permainan oknum-oknum aparat yang berkepentingan.

 
Lanjut Kuswandi “ seharusnya dilakukan pembinaan dan berkonsultasi dengan Dinas Sosial agar diberikan ruang untuk pembinaan , tapi kalau begini bukan jera malah membuat makmur mereka dan tamabah parah saja, jadi kalau razia harus melakuakn benar benar pengawasan, izin pemilik lokasi tempat razia dan lain lain bukan hanya menangkap saja tugasnya”tuturnya.

 
Pada saat dikonfirmasi oleh asgolnews.com mengenai hal ini Kasat Satpol PP Arjo Arifin.SH mengelak, “ maaf saya tadi malam sudah duluan pulang sebab saya mau sahur jadi tanyakan saja pada kabid tribun “ ujarnya. (Cw-2)

No Responses

Tinggalkan Balasan