Dewan Dan Politikus Mulai Blusukan, Warga Seluma Utara Ancam Golput

SELUMA,asgolnews.com – Sejumlah warga dan kades tiga desa dikecamatan Seluma Utara, yakni warga desa Talang Empat, Sinar Pagi dan desa Lubuk Resam kecamatan Seluma Utara, Senin (19/3) pagi menggelar hearing bersama komisi II DPRD Seluma.

Mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera membangun jalan sepanjang 14 kilo meter yang melintas dari Kelurahan Puguk, Talang Empat, Sinar Pagi hingga ke desa Lubuk Resam Kecamatan Seluma Utara.

Warga mengancam, jika hingga tahun depan pemerintah daerah tak segera menindaklanjuti, warga ancam golput baik dalam pemilihan legislatif maupun Pilkada mendatang.

” Ada 14 kilo meter kondisinya parah. Jika musim hujan, masyarakat yang menggunakan mobil jenis pick up harus menginap,” kata Kades Lubuk Resam kecamatan Seluma Utara, Sudarmono, Senin (19/3).

Diakuinya, jika pemerintah tak dapat merealisasikan itu, menurut Sudarmono dari hasil survey masyaramat, jika tidak ada kepedulian pemerintah baik eksekutif dan yudikatif, masyarakat kompak tak usah ikut memilih siapapun alias golput.

” Mudah- mudahan dengan hearing ini pihak eksekutif dan yudikatif bisa membantu kami unyuk membangun jalan,” kata Sudarmono.
Masyarakat membantah, jika hearing yang dilakukan masyarakat ditunggangi elit politik terkait. Kendati diakui, ditahun politik ini sudah banyak elit politik dan anggota dewan yang tebar pesona, menebar janji politik dengan blusukan ke desa- desa pedalaman, termasuk di kecamatan Seluma Utara.

” Jadi kalau bahasa kami sama dengan batu jatuh ke dalam lubuk. Jadi kami tegaskan, ini memang komitmen kami dari warga desa untuk memperjuangkan kondisi jalan yang rusak berat,” kata Sudarmono.

Sementara itu, kadis PUPR Seluma Muhamad Syaipulah SE,ST menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan dana pembangunan jalan melalui Dana Alokasi Pusat.

” Pada angaran perencanaan yang kami usualkan tahun 2018 waktu itu, mencapai Rp 800 Milyar. Hal ini lantaran jika diakomodir dari APBD tak mampu lantaran besarnya dana yang akan digelontorkan. Namun sejauh ini masih belum ada tanda- tanda terkait usulan tersebut,” sampai Saipul.

Diakui Saipul, adanya usulan yang masuk ke Dinas PUPR baik melalui proposal maupun sifatnya hearing telah diusulkan pihaknya ke Bappeda.

” Hanya saja, sejumlah wilayah di desa di kecamatan Seluma Utara ada yang masuk daerah kawasan. Dinas PUPR ditahun 2017 lalu pernah membangun jaringan irigasi, namun saat ini diklaim BKSDA masuk hutan kawasan. Oleh karena nya pembangunan harus merata, Tapi juga kita harus perhatikan segi hukum karena terus terang di daerah kecamatan Seluma Utara  sebagian Besar masuk hutan kawasan” terang Saipul.

Dibagian lain,ketua Komisi II DPRD Seluma Hj Romania Zahlul meminta warga tiga desa untuk bersabar. Pihaknya bersama pihak tehnis terkait segera mencari solusi.

” Ada 14 kilo jalan yang kondisinya rusak parah. Oleh karenanya, kami meminta agar pihak Bappeda untuk kembali mempertanyakan usulan melalui dana DAK, agar tahun 2019 mendatang jalan tersebut dapat segera dibangun” demikian Romania. (Aw)

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!