Bukan Mengayomi, Jurai Tuwe Desa Muara Tiga Kedurang “Cabuli” Anak Gadis Tetangga

Bengkulu Selatan, asgolnews.com- Kehormatan seorang gadis penderita keterbelakangan mental yang berusia 17 Tahun yang tidak disebutkan namanya itu hilang akibat ulah cabul seorang Pemuka adat atau sering disebut Jurai Tuwe. Warga Desa Muara Tiga kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan yang memiliki keterbelakangan mental itu di duga dicabuli si jurai tuwe berkali-kali.

Dikonfirmasi asgolnews.com, sabtu (19/8). Kapolres Bengkulu Selatan AKBP. Ordiva, S.IK melalui Kapolsek Kedurang Ipda. Anandya Marco Diaz membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku yang berinisial Ad (47) sudah diamankan jajaran Polsek Kedurang, Jum’at, 18 Agustus 2017.

“Penangkapan ini atas laporan dari keluarga korban, pelaku sebagai Pemuka Adat di lingkungan rumah korban,” ujar Marco.

Pemuka adat itu ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya. Kepada petugas, korban mengaku dicabuli oleh pelaku sampai 5 kali.

Kronologis kasus ini berawal dari, saat Pelaku melihat korban mau kesumur jum’at (18/8) pukul 05.00 wib,setelah korban sampai disumur ,sontak muncul niat pelaku ingin memperkosa korban, lalu pelaku menarik korban ke dapur yang tak jauh dari sumur dan menyetubuhinya.

Pasca kejadian tersebut, sekitar pukul 6.30 wib, korban menceritakan kepada ibunya kalau perutnya sakit sehingga korban dibawa oleh keluarganya ke bidan setempat, dan setelah didiperiksa bahwa kelaminnya seperti habis berhubungan dan bidan langsung  menyarakan agar dibawa kedokter,

Mendengar hal tersebut sontak orang tua dan keluarga korban langsung menanyai korban, siapa pelaku yang telah menyetubuhi korban, akhirnya korban memberi tahu kalu pelakunya yaitu Ad (47) yang masih tetangganya.

Sampai berita ini diterbitkan pihak kepolisian masih melengkapi beberapa berkas, bukti dan saksi untuk memaksimalkan proses penyidikan kasus tersebut. (cw2)

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!