Bawaslu Lebong Proses Dugaan Penyalahgunaan Bantuan PIP

LEBONG-asgolnews.com || Setelah menerima laporan pelanggaran dari masyarakat soal dugaan penyalahgunaan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang melibatkan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Lebong, pada Selasa (17/11) lalu, sekitar pukul 11.00 WIB.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lebong memastikan, telah menindaklanjuti dan memproses persoalan tersebut. Dimana, sebelumnya Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Lebong, Sabdi Destian, S.Sos menyebutkan, sesuai dengan peraturan terbaru terkait laporan pelanggaran selama perhelatan Pilkada Serentak 2020, dan menargetkan prosesnya dalam waktu lima hari selesai.

Sabdi ketika dikonfirmasi, pada hari Kamis (26/11/2020) mengungkapkan, khusus untuk laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek), saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

“Ya, untuk hasil dugaan pelanggaran khusus Kepsek diputuskan besok.”

Saat ini, pihaknya masih melakukan proses terkait laporan dugaan pelanggaran khusus Kepsek tersebut, sebab laporan dugaan pelanggaran itu terlebih dahulu diterima pihaknya soal keterlibatan kepala sekolah pada bantuan PIP tersebut.

“Besok khusus hasil dugaan loporan kepala sekolah dulu,” singkat Sabdi.

Untuk diketahui, sebelumnya masyarakat Kabupaten Lebong, dihebohkan soal bantuan PIP tersebut. Sebab, program yang dicanangkan Presiden RI dituding dipolitisasi menjelang Pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Hal itu, menyusul beredar video Anggota DPR RI, Dewi Coryati bersama salah satu Calon Bupati Lebong, Kopli Ansori di tengah masyarakat yang dituding mempolitisasi bantuan PIP tersebut. Namun, tudingan itu ditanggapi Anggota DPR RI, Dewi Coryati. Menurutnya, bantuan PIP tersebut merupakan aspirasi beliau selaku Anggota DPR RI Komisi X melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Untuk itu ia melibatkan salah satu kandidat di daerah itu agar bantuan tersebut tepat sasaran.

Yang menjadi pertanyaan publik, kenapa bantuan PIP tersebut harus melibatkan salah satu Calon Bupati Lebong yang sebentar lagi akan berlaga merebutkan BD 1 H pada pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Lebong 9 Desember 2020 mendatang.

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!