Angaran Patin Dicoret, Gusnan Mulyadi Upayakan Cara Lain

Asgolnews.com, Bengkulu Selatan – Impian petani ikan di Bengkulu Selatan untuk mendapat bantuan dari anggaran daerah pupus lah sudah. Pasalnya usulan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) melalui Dinas Perikanan untuk anggaran pengembangan ikan patin pada APBD 2019 dicoret oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Meski demikian, petani kolam di Bengkulu Selatan diminta jangan kendur dan terus semangat untuk berusaha.

“Bapak-bapak sekalian jangan kendur, jangan patah semangat. Kita cari solusi. Banyak jalan menuju Roma. Walaupun kawan-kawan (DPRD) tadi tidak support,” tegas Plt Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi menyemangati petani ikan saat menyampaikan sambutan pada launching penebaran benih ikan sekaligus penandatangan MoU pengembangan kolam ikan antara Plt Pemkab dengan Bank Indonesia di Desa Palak Bengkerung Kecamatan Air Nipis, Senin (3/12/2018).

Gusnan mengaku sedih dengan kebijakan DPRD yang tidak menyetujui anggaran Rp1,5 miliar yang diusulkan untuk pengembangan budidaya ikan patin.

Padahal sebelumnya Gusnan mengaku sangat berharap pilot project pengembangan patin yang sedang dikembangkan ini bisa disetujui oleh DPRD.

Dirinya mengklaim telah menjelaskan alasan-alasan pentingnya pengembangan budi daya patin. Diantaranya untuk menyelamatkan ribuan hektar sawah yang kekurangan air karena banyaknya air irigasi yang pemakaiannya tersedot untuk kepentingan kolam air deras.

Selain itu Gusnan juga menyampaikan peluang usaha budi daya ikan patin yang dapat menembus pasar industri. Lebih-lebih dengan telah ditandatanganinya MoU dengan PT CPP dan Bank Indonesia.

Namun Gusnan mengaku tidak akan berdiam diri. Dia akan terus menarikan solusi pengembangan budi daya ikan patin di Bengkulu Selatan. Diantaranya bentuk nyatanya dengan menjalin kerjasama dengan PT CPP dan Bank Indonesia.

“Hal ini yang membuat saya merasa sedih. Mengeluarkan uang Rp1,5 Miliar saja tidak mau, untuk menyelamatkan sekian ratus miliar uang yang akan berputar di masyarakat. Ini bukan untuk kepentingan saya, saya tidak punya kolam di sini,” beber Gusnan.

Gusnan membandingkan ditolaknya program pengembangan ikan patin yang diyakininya bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakar ini dengan pembangunan jalan ke kebun yang sudah dihotmix.

“Saya lihat sendiri di daerah-daerah tertentu, di Bungamas jalan-jalan aspal itu masuk ke kebun-kebun sawit, jalan hotmix itu masuk ke kebun sawit, kebun karet. Saya jadi bertanya, kebun siapa itu? Sementara untuk kepentingan masyarakar kita tidak pikirkan,” kritik Gusnan.

(gunawan)

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!