Anak Kades Di Kecamatan Pino Terjaring Satpol PP

Bengkulu Selatan, asgolnews.com- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bengkulu Selatan terus intensif melakukan razia tempat- tampat yang dicurigai menjadi tongkrongan  yang dikhawatirkan menjadi tempat peredaran miras dan narkoba. Sabtu malam (8/4).

Petugas yang dilibatkan dalam menciptakan wilayah kondusif itu meliputi, Anggota Satpol PP yang dipimpin oleh Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Bengkulu Selatan.Dari beberapa tempat yang jadi sasaran razia, petugas Satpol PP itu mengamankan dan mendata Puluhan Pemuda yang masih berstatus pelajar.

Kabid Tribum Satpol PP Bengkulu Selatan Suardi Latif merasa prihatin karena kebanyakan yang terjaring, masih berstatus pelajar. Mereka didata dan dibawa kekantor Satpol PP oleh petugas saat asyik merokok, Minum Minuman Keras dan mengkonsumsi obat batuk berlebihan.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, masih pelajar sudah merokok, dan mabok- mabokan Kita semua harus pandai mengawasi anak-anak kita, apalagi yang masih status pelajar. Jangan sampai anak-anak dan adik kita terjerumus ke hal-hal yang merugikan,” ucapnya kepada wartawan

Suardi juga mengakui dari diantara pelajar yang diamankan dan didata untuk dilakukan pembinaan, ada yang bernama SD anak seorang kepala desa di Kecamatan Pino. Dia didata petugas saat bersama Keempat temannya lagi duduk di Tepi jalan Dua Jalur dan saat petugas datang ditemukan Beberapa Minuman keras.

“Semua yang terjaring, didata dan dilakukan pembinaan. Pembinaan sifatnya diberikan kepada semua pelajar yang terjaring, tanpa adanya pandang bulu latar belakangnya. Semua orang tua pelajar kami datangkan dan mengajak kepada orang tua untuk terus intensif mengawasi dan mengarahkan anak untuk demi kebaikan,” tutur Kabid Tribum.

Masih kata Suardi, razia yang sama akan terus dilakukan, baik itu hari aktif maupun hari libur. Pihaknya  akan terus menekan dan meminimalisir tempat yang rawan dijadikan peredaran Miras dan Obat Batuk.

“Kami tidak mau generasi muda bangsa, terkontaminasi dengan barang-barang yang merusak moral,” harap Suardi.

Sementara SD salah satu pelajar di SMP Bengkulu Selatan mengakui baru kali ini bersama Keempat temannya untuk nongkrong bareng menikmati malam di Jalan Dua Jalur. “Ya apes mas, baru sekali ini nongkrong minum di sini, tidak tahunya terjaring razia,” kata SD menyesal.(cw2)

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!