Akibat Luapan Sunga Cidurian, Rumah Warga Kampung Kuranji Terendam Banjir

Serang Banten, Asgolnews.com – Sebanyak lebih kurang 30 rumah warga Kampung Kuranji Desa Cakung Kecamatan Binuang Kabupaten Serang terendam banjir akibat meluapnya sungai Cidurian. Genangan air yang mencapai 70 Cm ini merupakan banjir yang pertama kali untuk tahun 2017 di wilayah Kampung Kuranji Desa Cakung.

Dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Sekretaris Desa Cakung, warga Kampung Kuranji lebih memilih untuk bertahan tinggal dirumah mereka dan sebagian warga ada yang mengungsi dirumah kerabat terdeekatnya, karena kondisi banjir yang sulit untuk diprediksi sebab debit air yang menggenangi Kampung Kuranji pasang surut.

“Banjir ini sudah lima hari, dan warga masih tetap memilih bertahan dirumah mereka  dan sebagian warga memilih mengungsi di rumah kerabat terdekatnya,”ujar Sekdes.

Adanya banbjir di Desa Cakung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Serang dan Dinas Sosial Kabupaten Serang menurukan tim reaksi cepat untuk melakukan proses pendataan dan informasi lapangan.

“Tim Reaksi Cepat sudah dikirm kelokasi untuk medata dan mencari informasi lapangan supaya ketika menurunkan bantuan tidak salah dengan apa yang dibutuhkan oleh Masyarakat,”ujar Nana Sukmana Kepala BPBD Kabupaten Serang kepada wartawan Asgolnews.com pada Senin (27/02).

Dilanjutkan Nana Sukmana, untuk menghindari terjadinya korban, BPBD menghimbau kepada seluruh warga segera untuk mengungsi bila sewaktu-waktu airnya naik kembali, namun demikian tetap berharap air yang menggenangi Desa Cakung segera surut.

“Berdasarkan lap[oran dari Tim Reaksi Cepat, banjir akibat luapan sungai Cidurian Desa Cakung tidak memutuskan akses jalan, hanya saja sudah merendam rumah warga, oleh karena itu, segera akan dikirimkan bantuan perahu karet,”terang Nana.

Dijelaskan Nana, untuk pengiriman bantuan akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial, PMI dan dinas instansi terkait.

“Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam krun waktu beberapa hari terakhir, serta penyempitan dan pendangkalan alur sungai. Bukan hanya itu  yang lebih parah lagi, karena banyaknya tumpukan sampah di alur sungai,”demikian Nana.(Aden Bagus)

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!