500 Orang Massa Aliansi Tolak Privatisasi Air Lakukan Aksi Solidaritas Praperadilan

 

Serang Banten, Asgolnews.com – Daerah Baros-Cadasari yang hari ini merupakan daerah vital atas kehidupan rakyat banyak dengan bagaimana daerah tersebut merupakan kawasan resapan air, kawasan lindung geologi yang berada di sekitaran mata air dan kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang mana hal tersebutkan diatas telah termaktub pada Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2011 Tentang Rencana RT/RW 2011-2031 Kabupaten Pandeglang yang diantaranya tertuang dalam pasal 31 ayat 1 dan 2, pasal 35 ayat 4, dan pasal 39 ayat 6. Selama itu Juga tentu berkaitan atas hak rakyat yang menjadi tugas negara telah terketahui dalam UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 dimana menjelaskan bahwa Bumi, tanah, air, serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai negara sebaik-baiknya diperuntukan kepada rakyat.

Hal diatas sesungguhnya dapat memberikan pengertian atas bagaimana landasan hukum ataupun alasan yang kongkrit bagi masyarakat daerah Baros-Cadasari yang sejak mulai 2013-2017 terus berjuang menolak keberadaan daripada PT. Tirta Preshindo Jaya (TPJ) yang memang adalah biang keladi atas hasil praktik kapitalisasi-nya di daerah Baros-Cadasari, yang dapat memunculkan resiko-resiko besar yang kemudian tentu akan merugikan masyarakat banyak.

Diperkirakan 500 orang massa yang tergabung dalam aksi damai solidaritas praperadilan menuju Kantor Pengadilan Negeri Pandeglang. Massa yang tergabung dalam Aliansi Tolak Privatisasi Air ini menolak berdirinya PT.Mayora berdiri di Perbatasan Serang-Pandeglang.

“Pada hari ini Senin (27/02) sekira pukul 09.30 wib telah berangkat Massa Aliansi Tolak Privastisasi Air yang berjumlah lebih kurang 500 orang dari Desa Suka Indah Kecamatan Baros Kabupaten Serang Provinsi Banten menuju Kantor Pengadilan Negeri Pandeglang untuk melakukan aksi solidaritas praperadlian,”ujar Bowo yang diamini rekannya Carlos selaku coordinator lapangan dalam aksi tersebut kepada wartawan Asgolnews.com.

Dalam aksi damai ini, lanjut Bowo, massa menyampaikan tuntutan terkait denganm berdirinya PT.Mayora di perbatasan Serang-pandeglang. Adapun tuntutan Aliansi Privatisasi Air ini sebagai Berikut :

  1. Tolak pripasi air
  2. Bebaskan
  3. warga yang di kriminalisasi
  4. Hentikan Intimidasi dan kriminalisasi terhadap warga.

Dijelaskan Bowo, ketika melakukan aksi damai ini juga melibatkan beberapa topkoh agama islam di Kecamatan Baros, diantaranya Ustadz Mustofa, Ustadz Mugni, Uatadz Uci Sanusi, Ustadz Heni.

“Untuk memudahkan dalam pengangkutan massa, kami menggunakan mobiltruck sebanyak 2 unit, mobil pribadi 9 unit, mobil pickup 5 unit, angkot 9 unit, sepeda motor 20 unit, sounsystem serta spanduk,”demikian Bowo.(Andry)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan